Susun Program Jaga Alam serta Binatang Liar, PLTA Batang Toru Nyaman serta Ramah Lingungan

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air( PLTA) Batang Toru diiringi program melindungi kelestarian alam beserta binatang dekat, tercantum keberadaan orang utan. Perihal ini dicoba buat melindungi ekosistem supaya binatang liar serta area senantiasa terpelihara.

Perihal ini di informasikan oleh Agus Djoko Ismanto Adji selaku Senior Advisor Area PT NSHE, dalam media briefing menimpa PLTA Batang Toru di Medan, Rabu( 30/ 1). Dia menegaskan, secara fundamental hendak mempertahankan serta menjajaki program kelestarian kawasan yang menciptakan air bagaikan bahan baku operani PLTA Batang Toru.

Agus menekankan apabila pembangunan PLTA Batang Toru telah lewat kajian- kajian mendalam cocok persayaratan nasional serta internasional. Sehingga hendak nyaman untuk keselataman binatang serta area dekat proyek.

” Tidak cuma melaksanakan AMDAL, kami pula sudah melakukan kajian Environmental and Social Impact Assessment( ESIA), yang menjadikan kami PLTA awal di Indonesia yang melakukan Equatorial Principle,” ungkap Agus.

Bagaikan pembangkit listarik yang memerlukan aliran air secara alamiah, proyek PLTA Batang Toru mempraktikkan sistem run off river hydropower PLTA Batang Toru , sehingga tidak butuh menampung air sangat banyak. Air hendak senantiasa mengalir ke hilir sepanjang 24 jam. Jadi aliran sungai tidak hendak tersendat dengan terdapatnya bendungan sebab air dilepas secara selalu.

Tenaga Pakar PT NSHE Desain Bendungan, Kegempaan serta Terowongan, Didiek Djarwadi, meningkatkan pembangunan PLTA tidak dicoba di atas sesar serta dibentuk buat tahan gempa dengan mengadopsi praktek terbaik dari syarat nasional serta internasional yang berlaku. Semacam pedoman buat desain serta penerapan bendungan beton dari Balai Bendungan serta International Commission on Large Dams( ICOLD).

” PLTA Batang Toru sudah mempunyai kajian- kajian gempa yang dipersyaratkan tercantum geologi serta geofisika, tercantum Seismic Hazard Assessment serta Seismic Hazard Analysis,” kata Didiek.

Apabila bendungan dibandung cocok standar yang disyaratkan, hingga bangunan tersebut hendak tahan gempa. Didiek mencontohkan PLTA Singkarakyang berjarak 2 kilometer dari sesar aktif serta didesain buat tahan gempa cocok besaran kemampuan gempa di situ. Hingga tidak terjalin kerusakaan dikala terjalin gempa di Sumatera Barat pada 2017 silam dengan magnitude lebih besar dari prediksi.

Fitri Noor, selaku Pengendali Ekosistem Hutan Pakar Muda, menunjang statment Didiek Djarwadi. Dia membetulkan kalau zona pembangunan PLTA Batang Toru berstatus APL. Walaupun demikian, pihak PLTA Batang Toru senantiasa berfungsi aktif melindungi keragaman ekosistem tercantum orang utan.

Bagaikan bentuk intensitas, PLTA Batang Toru melaksanakan riset populasi orang utan serta binatang liar yang lain yang berkoordinasi serta dipimpin BBKSDA serta Balai Litbang Area Hidup serta Kehutanan( LHK). Fitri Noor pula meningkatkan kalau BBKSDA, cocok arahan Menteri LHK, sudah membentuk regu monitoring buat membenarkan akibat pembangunan PLTA Batang Toru terhadap populasi orang utan serta binatang liar yang lain.

” Regu monitoring pula sudah menciptakan sebagian strategi buat meminimalisir akibat negatif pembangunan PLTA pada populasi orang utan serta binatang liar yang lain,” jelas Fitri PT. NSHE .

Guna mengestimasi akibat terhadap binatang liar tercantum orang orang utan yang bisa jadi melewati daerah dekat proyek, PT NSHE pula sudah melaksanakan langkah- langkah mitigasi. Antara lain dengan memberlakukan kebijakan zero tolerance terhadap kepemilikan binatang liar kepada seluruh pekerja serta tamu serta membagikan panduan sikap bila bertemu binatang liar dilokasi proyek.

Tidak hanya itu pula melaksanakan pemantauan sejauh hari keberadaan binatang liar di posisi serta memberlakukan mekanisme stop work procedure apabila keberadaan binatang membahayakan. Cocok dengan Peraturan Menteri Area Hidup serta Kehutanan, industri hendak berkoordinasi dengan BBKSDA apabila dibutuhkan aksi terhadap binatang liar dan membangun jembatan arboreal buat memfasilitasi binatang arboreal melintasi areal terbuka akibat proyek.

Proyek PLTA Batang Toru ialah proyek strategis nasional buat menggapai pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW di Indonesia. Dibentuk buat kurangi kedudukan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel( PLTD). Proyek ini hendak membagikan donasi pengurangan emisi karbon sebesar 1, 6- 2, 2 MTon/ tahun ataupun sebesar 4% dari sasaran nasional.

Posisi PLTA Batang Toru yang berkapasitas 510 MW terletak di kawasan Batang Toru di Sipirok serta Marancar yang masuk dalam kawasan Areal Pemakaian Lain( APL), tidak masuk dalam kawasan hutan. Perihal ini bisa dilihat dari tipe vegetasi yang berkembang di posisi yang didominasi tumbuhan karet. PLTA Batang Toru ditargetkan beroperasi pada 2022 mendatang.

Leave a Comment