Persiapan Media Kultur Jaringan Tanaman

Zat apapun yang berasal dari jaringan tanaman dapat digunakan untuk menghasilkan jaringan kalus. Namun, keberhasilan pembentukan kalus bergantung pada kualitas dan spesies tanaman. Umumnya, dikotil lebih sensitif terhadap induksi jaringan kalus daripada monokotil. Biji, bunga, akar, daun, batang, dan bagian lain dapat digunakan, meskipun bekas tanaman segar dan muda adalah bahan yang lebih disukai. Semua bekas tanaman yang diperoleh harus disterilkan menggunakan natrium hipoklorit, etanol, atau bahan kimia lainnya, untuk membantu menghilangkan mikroorganisme.

Persiapan media kultur jaringan tanaman

Proses kultur jaringan berupaya untuk memotong bagian-bagian tanaman menjadi potongan-potongan kecil sehingga memungkinkan untuk menghasilkan banyak tanaman individu. Tanaman yang tumbuh secara hidroponik atau menggunakan tanah membutuhkan pupuk, udara, cahaya dan air untuk tumbuh membutuhkan sumber sukrosa eksternal. Ini karena media mengalami shock saat bekas tanaman dibuat. Karena itu, selain sukrosa dan pupuk, disarankan untuk menambahkan vitamin.

Untuk menginduksi kalus dari bekas tanaman dan untuk membudidayakan sel dan kalus dalam suspensi, berbagai jenis media telah dirancang, seperti garam anorganik. Agar atau pengganti dapat ditambahkan ke dalam media untuk membuat media padat untuk menginduksi reaksi kalus. Agen lain yang diperlukan untuk menginduksi jaringan kalus termasuk sumber karbon, vitamin, fitohormon dan suplemen organik.

Keunggulan media kultur jaringan tanaman

Kultur jaringan tanaman mengacu pada kumpulan metode yang digunakan untuk menumbuhkan atau memelihara organ, sel atau jaringan tanaman dalam kondisi steril. Kultur jaringan tanaman telah sering digunakan untuk menghasilkan kerucut dengan menggunakan teknik yang disebut perbanyakan mikro. Metode yang digunakan dalam kultur jaringan tanaman dapat menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan teknik perbanyakan konvensional, untuk lebih lengkapnya di informasi dunia pertanian. Keunggulannya antara lain:

· Teknik memungkinkan reproduksi tanaman yang menghasilkan sifat-sifat yang diinginkan, seperti buah dan bunga yang baik

· Memungkinkan produksi cepat tanaman dewasa

· Teknik tersebut memungkinkan untuk menghasilkan banyak tanaman yang baik dan sehat tanpa adanya penyerbuk atau benih yang diperlukan. Teknik ini juga dapat digunakan untuk menghasilkan benih dan meregenerasi benih dari sel yang dimodifikasi secara genetik.

· Pembangkitan tanaman dalam kondisi steril memungkinkan mereka untuk dipindahkan dengan mudah sekaligus sangat mengurangi kemungkinan penularan hama, patogen dan penyakit.

· Teknik ini memungkinkan untuk menghasilkan tanaman dari biji yang memiliki kemungkinan kecil berkecambah, serta tumbuh, seperti anggrek dan nepenthes.

· Teknik ini juga memungkinkan cara untuk membersihkan berbagai infeksi, termasuk infeksi virus, untuk memungkinkan mereka berkembang biak dengan cepat setelah dibersihkan untuk keperluan pertanian dan hortikultura.

Leave a Comment